Gaya Perang dengan Pasangan

.

Para psikolog memandang setiap hubungan percintaan membutuhkan bumbu-bumbu pertengkaran. Sekarang tinggal dilihat apakah pertengkaran itu sehat atau tidak. Berikut enam jenis pertengkaran yang perlu Anda ketahui dan bagaimana memenangkannya.

1. COLD WAR
Ketika Anda atau dia memutuskan mendiamkan pasangan alias ngambek saat bertengkar, itulah perang dingin. Ini terjadi karena Si Ngambek merasa kecewa dan tidak tahu bagaimana mengatasi masalah.
Menghadapi tukang ngambek adalah dengan memberinya waktu untuk menenangkan diri. Bertindak agresif hanya akan membuatnya bereaksi serupa. Ketika tukang ngambek ingin bicara, jangan menganggapnya terlambat. Ini akan membuatnya kembali ngambek. Sebuah hubungan tidak harus selalu 50-50 (baca: fifty fifty). Terkadang salah satu harus “menginvestasikan” lebih banyak kesabaran.

2. FIRE STARTER
Bagi sejumlah pasangan berdebat adalah bentuk pembangkit gairah. Namun, sebaiknya jangan membawa perdebatan ke tempat tidur. Sekali dua kali dalam setahun masih bisa diterima. Jika ini terjadi setiap kali Anda dan pasangan ingin bercinta, Anda harus mulai memisahkan antara berdebat dan seks.

Menurut psikolog Anne Dickon, penulis buku Difficult Conversation, jika Anda membutuhkan pemicu gairah dalam kehidupan seksual, cobalah menemukannya di hal lain. Asal jangan menjadi debat sebagai pemicu gairah.

3. FRIENDLY DISPUTE
Persahabatan juga potensial mengalami pertengkaran. Malah kadang lebih seru dan berbahaya kalau dibiarkan terus. Jika Anda tak bisa jujur pada teman, artinya Anda tak pernah menganggapnya teman baik. Memang kadang sulit mengatasi masalah jika Anda merasa selalu dikecewakan dan dimanfaatkan teman.

Namun, ini tak bisa dibiarkan terus terjadi. Anda bisa kok, mengatakan apa yang ada di dalam benak Anda, asal dengan tenang. Sahabat baik, takkan marah terlalu lama. Seperti juga pernikahan dan pacaran, bukankah persahabatan harus terbuka dan jujur?

4. FAMILY FEUD
Adalah pertengkaran paling bahaya dari semua jenis pertengkaran. Karena merasa bisa mengatakan apa saja pada keluarga, kadang kita lupa bagaimana menjaga perasaan mereka. Kita lebih mementingkan menjaga perasaan orang lain ketimbang keluarga sendiri. Inilah yang sering memicu konflik di dalam keluarga.

Meski masih dalam satu keluarga, kita tak berhak menyakiti anggota keluarga kita lebih dari orang lain. Jika ingin membicarakan masalah yang telah terjadi cukup lama, carilah waktu dan tempat untuk menyelesaikannya. Bicara baik-baik, jika perlu menenangkan diri, that’s fine. Tapi masalah tetap harus diselesaikan.

5. BIG BLOW UP
Adalah cara bertengkar paling sehat. Mengeluarkan semua yang ada di dada, menjernihkan semua masalah dan melupakannya. Untuk itu, Anda harus belajar untuk menyelesaikan masalah sebelum hati menjadi panas. Pasalnya, agak sulit untuk membicarakan sebuah masalah jika Anda sedang marah besar.

6. FINAL CONFLICT
Jika setiap kali bertengkar Anda mengancam putus atau pergi dari rumah (untuk suami-istri), itulah final conflict. Sebenarnya ini adalah cara Anda untuk menarik perhatian atau menggarisbawahi betapa seriusnya masalah yang Anda dan pasangan hadapi.

Ini termasuk cara tidak sehat. Ancaman putus atau pergi dari rumah hanya akan menghancurkan kepercayaan pasangan. Pergi selama satu jam mungkin efektif bagi Anda untuk menenangkan diri, tapi jangan lupa untuk mengatakan bahwa masalah akan dibahas lagi nanti, dan katakan Anda pergi ke mana.

sumber: kompas.com - Erma Dwi Kusumastuti

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Untunge.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com